Senin, 09 April 2012

Tafakur dalam perspektif psikologi islam


Tafakur dalam perspektif psikologi islam

Setiap kali manusia tafakur merenungkan dirinya, ia akan mendapatkan rahasia-rahasia yang sangat mengejutkan dan menakjubkan menganai bentuk tubuh dan rahasia-rahasia roh serta alam semesta berikut kekuatan yang nampak dan tidak nampak, serta pemahaman tentang benda-benda empiris dan cara menyimpan dan mengingatkannya kembali. Ia akan tahu tempat penyimpanan berbagai persepsi dan pengetahuannya, bagaimana semua gambaran dan pandangan serta hasil penglihatannya dapat terukir dengan jelas.

Hati yang selalu bertautan dan berhubungan dengan Allah serta pandangan yang benar terhadap alan dan manusia, akan melahirkan kesadaran bahwa bulatan bumi dan isinya tidak lain hanya atom kecil yang tidak bernilai dalam kerajaan Allah yang luas. Bertafakur mengenai segaala ciptaan Allah dan isinya tanpa mengenal batas waktu dan tempat, karena dari alam wujud itulah kita dapat merasakan dan mencintai Allah. Karena seorang mukmin tidak boleh memikirkan Zat Allah, manusia hanya boleh memikirkan Allah dari apa yang diciptakannya. Perbedaan individu dalam bertafakur diantaranya :

1. Kedalaman iman
Kedalaman berfikir dan renungan pertama kali tergantung kepada derajat iman seseorang dan hubungannya dengan Allah. Karena hanya Allah dan diri pribadi yang dapat mengetahuinya. Di dapti hal-hal yang menakjubkan jika seseorang sudah menjalani tafakur yang mendalam, ia betul-betul tenggelam dalam tafakurnya sehingga tidak menyadari lagi apa yang ada disekelilingnya.

2. Kemampuan memusatkan pikiran
Kemampuan individu dalam memusatkan pikiran dengan cepat agar tidak mudah capek dan bosan cirri semacam ini banyak ditentukan oleh system saraf yang diberikan Allah swt kepada seseorang. Seseorang yang memiliki daya tangkap sebagai penjaga pintu yang mengatur saref dan urat nadi yang menghubungkannya ke otak.

3. Kondisi emosional dan rasional
Tafakur membutuhkan ketenangan, ketentraman jiwa, serta kesehatan fisik dan psikologis. Seseorang yang sedang mengalami kegelisahan, cemas dan ketakutan tidak dapat memikirkan tentang ciptaan Allah . oleh sebab itu kesehatan fisik dan sikis sangat di butuhkan pada saat bertafakur . karena pada saat bertafakur atau mmecahkan masalah menjadi lemah bersama dengan tambahnya kegelisahan dan depresi. Walaupun hasil yang di dapatkannya hanya rendah.

4. Faktor lingkungan
Pengaruh lingkungan seseorang tinggal, kadars sibuk tidaknya pikiran dengan problem sehari-hari yang dapat menpengaruhi seseorang untuk melakukan tafkur.

5. Tingkatan pengetahuan tentang objek tafakur
Sejauh mana pengetahuan seseorang tentang objek tafakur. Karena seseorang yang memiliki pengetahuan atau ahli mengenai sesuatu akan mempermudahkan ia pada saat bertafakur.

6. Contoh baik dan pengaruh pergaulan
Pengalaman dan contoh yang diperoleh seseorang pad saat bertafakur apakah sudah sesuai dengan kadar dan ukuran pencapaiannya. Karena dikatakan bahwa oaring yang selalu bertafakur dan berzikir akan dibukakan pintu yang luas untuk mendekat, sehingga seolah-olah ia melihat dan menyaksikan apa yang ada di langit dan di bumi.

7. Esensi sesuatu
Esensi dan cirri sesuatu yang menjadi objek renungan dan proses berpikir dalam mentafakuri ciptaan Allah swt.

8. Kadar kebiasaan terhadap objek
Kebiasaan yang dilakukan seseorang untuk melakukan tafakur dapt menjadikan dirinya tertutup matanya, karena dirinya merasa terbiasa dengan apa yang di lakukannya. Seharusny adengan kebiasaanny aitu manusia harus dapat mengembangkan lebih maju.

Alangkah bahagianya jika kita dengan bertafakur dapat lebih mendekatkan diri dengan Allah dan alam ciptaannya, sehingga kita dapat merasakan kenyamanan dan keakraban dengan alam sekitar tidak hanya dengan manusia saja, tetapi ke semua makhluk ciptaan Allah.

Minggu, 08 April 2012

WIRID ASR PLUS


WIRID ASR PLUS
7 April 2012
Galau inside
ASSALAAMU ‘ALAIKUM. Asr plus ayat-ayat. Untuk wiridan, gan Di era saat ini kegalauan menjadi trending topik. Padahal kata galau sudah sejak lama nyisip dikamus bahasa indonesia Kegalauan adakalanya mempersuram malam dan siangpun bawaannya juga nggak semangat. Nah daripada menggalau malam-malam. Mari wiridan.
Semoga kegalauan dapat berganti menjadi kekilauan Mari stop galau malam-malam.
Selamat wiridan. Dan mudahan paginya penuh semangat. Tiap malam nggak galau.
Tiap hari penuh semangat menjalani hidup. Dan makbul do’a-do’a yang kita panjatkan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Insya Allah, galau berganti kilau.. Nggak suram melulu. Kata mutiaranya, man jadda wa jadda. Man shabara zhafira. Siapa giat dapat.
Siapa sabar beruntung. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.
To the point :
~ LAKUKANLAH SHOLAT SUNNAH HAJAT 2 RAKA’AT PADA MALAM HARI.
USAI SHOLAT BACALAH ;
* ASYHADU AL LAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNAA MUHAMMADAR ROSUULULLOOH 7X
* ASTAGHFIRULLOOHAL ‘AZHIIM 100X
* LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHOOLIMIIN 100X
* ASH-SHOLAATU WASSALAAMU ‘ALAIKA YAA SAYYIDII YAA ROSUULULLOOH KHUDZ BIYADII QOLLAT HIILATII ADRIKNII 333X
{ Shalawat adrikiah }
___________________________________________________________________________
BERTAWASSUL SEBAGAIMANA BERIKUT:
___________________________________________________________________________
ILAA HADHROTIN NABIYYIL MUSHTHOFAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WA SALLAM
WA ILAA JAMII ‘I AZWAAJIHII WA DZURRIYYAATIHI WA AHLI BAITIH
WA ILAA JAMII’ I ASH-HAABIHII WA ILAA JAMII ‘IL AMBIYAA-I WAL MURSALIIN WAL ‘ULAMAA-I WASH-SHOOLIHIIN MIM MASYAARIQIL ARDHI WA MAGHOORIBIHAA BARRIHAA WA BAHRIHAA
WA ILAA JAMII ‘IL ARWAHI AULIYA-ILLAAHI MIM MASYAARIQIL ARDHI WA MAGHOORIBIHAA BARRIHAA WA BAHRIHAA
WA KHUSHUUSHON ILAA RUUHI WALIYYILLAAHI ASY-SYAIKH ‘ABDIL QODIIR AL JAILAANII QODDASALLOOHU SIRROHU WA NAWWARO DHORIIHAH
WA ILAA JAMII ‘I ARWAAHI AHLIL QUBUURI MINAL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAAT WAL MU’MINIINA WAL MU’MINAAT
WA KHUSHUUSHON ILAA RUUHI ABII WA UMMII ALFAATIHAH
| BACA SURAH ALFATIHAH 21X| ________________________________________________________________________
¤ MEMBACA :
¤
¤
# AYAT KURSI 7X
# AL IKHLASH 7X
# ALFALAQ ANNAS 7X
________________________________________________________________________
MEMBACA ASR PLUS AYAT-AYAT:
¤
¤
INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH.
KATABALLOOHU LAA AGHLIBANNA ANAA WA RUSULII INNALLOOHA QOWIYYUN ‘AZIIZ.
INNAA FATAHNA LAKA FAT-HAM MUBIINAA.
NASHRUM MINALLOOHI WAFAT-HUN QORIIB.
SALAAMUN QOULAM MIR ROBBIR ROHIIM.
WALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN.
DIBACA 333X
| WIRIDAN INI DILAKUKAN SETIAP MALAM…
GA JADI 1.000X KELAMAAN,,, KAN PERLU ISTIRAHAT JUGA… |
________________________________________________________________________
DAN
SETIAP SELESAI SHOLAT WAJIB ASR PLUS AYAT-AYAT DIBACA 7X ATAU SELEBIH YANG DI SUKA.
___________________________________________________________________________
Semangat tengah malam selamat bekerja bagi warga KWA yang mengerjakan pekerjaannya di malam hari, semoga nyaman dan aman. Selamat beristirahat bagi warga KWA yang lelah dan menikmati lelap, semoga nyaman dan aman. Dan selamat begadang bagi warga KWA yang lagi galau, semoga nyaman dan aman juga.
Mohon maaf lahir batin ya agan2, atas kata-kata khilaf saia. Sayonara, jumpa lagi dilain kesempatan Insya Allah.
|||||| Wassalamu ‘alaikum ||||||

Proses Penciptaan Manusia


Proses Penciptaan Manusia
            Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

هو الدي خلقكم من تراب ثم من نطفة ثم من نطفة ثم من علقة ثم يخرجكم طفلا ثم لتبلغوا أشدكم ثم لتكونوا شيوخا
            “Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua,” (Qs. Ghafir:67)
             
ايحسب الانسان ان يترك سدى (36) الم يك نطفة من مني يمنى (37)
             Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (QS Al Qiyamah:36-37)
            Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.
            Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot” dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging”. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop. Nabi saw. bersabda:
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَ
رواه البخاري ومسلم

            “Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud r.a, dia berkata, “Rasulullah SAW menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan,’sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaanya di dalam perur ibunya sebagai setetes mani selama 40 hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan kepadanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : rezeki, ajal, amal, dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Illah selainNya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surgA hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta, akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka, maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta, akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga, maka masuklah dia ke dalam surga’”(HR. Bukhari dan Muslim)
            Hadist ini menjelaskan dua aspek penting yang berkenaan langsung dengan kehidupan manusia. Pertama, fase perkembangan manusia di dalam perut ibunya. Kedua, penetapan qadar sebagaimana keyakinan mazhab Ahlus SUnnah wal Jamaah. Mari kita simak bersama penjabarannya.
            Dalam benak kita mungkin tebersit pertanyaan, mengapa Allah menciptakan anak Adam dalam beberapa fase? Padahal Dia Mahakuasa untuk menciptakannya sekaligus dalam waktu sekejap? Perlu kami ingatkan sejenak bahwa setiap tindakan dan syariat Allah pasti mengandung hikmah dan pelajaranyang dapat diambil. Hanya saja, hikmah tersebut kadang bisa kita ketahui dan kadang akal kita belum mampu mengetahuinya . Meskipun kita belum mengetahui hikmah tersebut, kita harus tetap yakin bahwa di balik semua itu terdapat hikmah yang besar bagi makhlukNya. Tidak semestinya kita bertanya, misalnya, “mengapa shalat zuhur berjumlah 4 rakaat? Sedangkan shalat subuh hanya dua rakaat?” Tidak selayaknya kita bertanya demujuan, karena Allah berfirman, “Dia tidak ditanya tentang apa yang dipebuatNya dan merekalah yang akan ditanyai”(QS.Al Anbiyaa’[21]:23)
            Dalam beberapa hal tertentu, memang kita dituntut untuk menomorduakan akal dan pikiran kita. Jika kita bersikeras memakai akal sebagaimana perangkat untuk mengukur syariat Allah, hal itu akan menjerumuskn kita dalam keragu-raguan dan sikap was-was. Contoh kecil saja, ketika seseorang kentut, Allah tidak memerintahkannya untuk membasuh dubur ketik dia hendak shalat. Mengapa? Akan tetapi, yang diperintahkan Allah kepada kita adalah berwudhu karena ajaran agama ini tidak berdasarkan pada akal dan pikiran, tetapi bersifat taufiqy (diajarkan langsung oleh Alloh dan RasulNya). Berangkat dari sinilah Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan :
            “Jika agama itu cukup dengan pikiran maka bagian bawah khuff lebih utama untuk diusap dari pada bagian atas. Aku benar-benar melihat Nabi SAW mengusap punggung kedua khuffnya”(HR. Abu Dawud)
            Begitu pula kaitannya dengan penciptaan anak Adam. Ada tiga hikmah yang dapat kita petik di balik tahap penciptaannya. Pertama, agar ada kesesuaian penciptaan manusia dengan penciptaan alam yang luas, sesuai dengan hokum dan sebab akibat serta pendahuluan dan kesimpulan. Kedua, Allah mengajarkan kepada para hambaNya untuk bersikap tenang dan tidak tergesa-gesa dalam urusan mereka. Ketiga, pemberitahuan bahwa jika akan meraih kesempurnaan dengan cara bertahap sesuai dengan bertahapnya jasad dalam penciptaannya dari satu fase ke fase berikutnya hingga mencapai dewasa.
            Dalam penciptaannya, manusia mengalami empat fase perkemabangan sebagai berikut :
1. Fase nutfah (setetes mani) selama empat puluh hari.
2. Fase ‘alaqah (semacam gumpalan darah) selama empat puluh hari.
3. Fase mughaladhah (sepotong atau segumpal daging) selama empat puluh hari.
4. Fase terakhir setelah ditiupkan ruh kepadanya.
            Patut untuk diketahui bahwa sebelum masa empat bulan, janin tidak bisa dihukumi sebagai manusia yang hidup. Berangkat dari pemikiran ini, jika si janin gugur sebelum memasuki usia empat bulan, ia tidak perlu dimandikan, dikafani, atau dishalatkan. Sebab, ia belum menjadi manusia. Setelah berusia empat bulan, barulah ia dihukumi sebagai manusia, karena saat itu telah ditiupkan ruh kepadanya . Oleh sebab itu, jika setelah usia tersebut mengalami keguguran , ia harus dimandikan, dikafani, dan dishalatkan, seperti halnya manusia yang telah melewati masa Sembilan bulan. Demikian menurut uaraian Syek Utsaimin. Seteleah menjalani empat fase tersebut, Allah memerintahkan malaikat untuk menulis atau menetapkan empat kalimat (ketetapan) kepadanya, yaitu rezeki, ajal, amal, dan kecelakaan atau kebahagiaannya.  
            Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.
            “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS Al Mu’minun:14)

MAKRIFAT, HAKEKAT, TARIKAT, SYARIAT


MAKRIFAT, HAKEKAT, TARIKAT, SYARIAT
07 April 2012
       Pemahaman yang beredar dalam khasanah sufistik, tasawuf atau mistik Islam bahwa perjalanan spiritual itu dimulai dari menjalankan syariat, memasuki jalan suluk tarekat dengan berdzikir, kemudian berolah pikir di aras hakekat, hingga berujung pada mengenal Tuhan setelah bermakrifat/ bertemu dengan-Nya.
       Mohon maaf bila pemahaman tersebut perlu didekonstruksi dan didiskusikan ulang. Sebab keyakinan kita atas hal itu bisa jadi salah.
       Menurut saya, proses bahwa perjalanan spiritual itu justeru tidak dimulai dari syari’at, tarekat, hakikat, hingga ma’rifat. Namun lihatlah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, teladan umat muslim justeru yang terjadi adalah kebalikannya:
       Perjalanan spiritual justeru dimulai dari MA’RIFAT, TAREKAT, HAKIKAT dan akhirnya sampai pada SYARIAT.
       MAKRIFAT adalah bertemu dan mencairnya kebenaran yang hakiki: yang disimbolkan saat Muhammad SAW bertemu Jibril, HAKIKAT saat dia mencoba untuk merenungkan berbagai perintah untuk IQRA, TAREKAT saat Muhammad SAW berjuang untuk menegakkan jalanNya dan SYARIAT adalah saat Muhammad SAW mendapat perintah untuk sholat saat Isra Mikraj yang merupakan puncak pendakian tertinggi yang harus dilaksanakan oleh umat muslim.
       Itulah sebabnya, SYARIAT SHOLAT ADALAH PUNCAK PENDAKIAN SPIRITUAL yang terkadang justeru dilalaikan oleh kaum sufi dan para ahli spiritual. Padahal, Nabi MUHAMMAD SAW memberi tuntunan tidak seperti itu.
       SHOLAT adalah komunikasi tertinggi serta pertemuan antara TUHAN dan MANUSIA. Sholat juga merupakan PERTEMUAN TITIK MODULASI DIMENSI YANG LAHIR DAN BATIN ANTARA TUHAN YANG MAHA LAHIR DAN MAHA BATIN dengan manusia yang merupakan makhluk satu-satunya yang memiliki SDM untuk mempertemukan titik temu dari dua dimensi tersebut dalam dirinya.
       TITIK TEMU itu terletak pada KESADARAN. NAH, Bagaimana penjelasan tentang PERJUMPAAN TUHAN dengan MANUSIA? Monggo KITA sholat dengan khusyuk. CARI TITIK PALING HENING dan NIKMATILAH WAJAH TUHAN DAN BERMESRAANLAH DENGAN DIA, YANG MAHA TERKASIH.
       MA’RIFAT, HAKIKAT, TAREKAT DIAKSES dengan alat epistemologis PANCAINDERA AKAL-RASA-BUDI dan akhirnya PENDAKIAN SPIRITUAL sampai pada SYARIAT, yaitu DIAKSES DENGAN SEMUA ALAT EPISTEMOLOGIS MANUSIA: PANCAINDERA, AKAL, RASA, BUDI dan ini yang special yaitu HIDAYAH WAHYU untuk kemudian dimanifestasikan dalam PERILAKU…
       Itu sebabnya, bila Sholatnya bagus maka PERILAKU PASTI BAIK, SEHINGGA DARI PERILAKULAH KITA BISA MENAKAR APAKAH SESEORANG ITU SUDAH BERMANUNGGAL DENGAN TUHAN. PERILAKU adalah ibadah yang menjadi SYAHADAT manusia yang sudah mencapai taraf INSAN KAMIL, yaitu bermanunggalnya makrokosmos dengan mikrokosmos, jagad alit dan jagad gede, manunggaling kawulo kelawan gusti.
       Wallahu A’lam bi al-Shawab.