Kamis, 29 Maret 2012

AYAT TENTANG PENCIPTAAN MANUSIA, MAKALAH


AYAT TENTANG PENCIPTAAN MANUSIA,

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Tafsir Sosial



Oleh:

Muhyi Abdurrohim (082092011)

 

yang dibina oleh :

Bpk. H. Zainuddin Lc. M.Ag.




JURUSAN DAKWAH / TAFSIR HADITS

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGRI

(STAIN) JEMBER

2011


BAB II PEMBAHAASAN

A. SURAT AL-MU’MINUN AYAT 12-14
s)s9ur $oYø)n=yz z`»|¡SM}$# `ÏB 7's#»n=ß `ÏiB &ûüÏÛ ÇÊËÈ §NèO çm»oYù=yèy_ ZpxÿôÜçR Îû 9#ts% &ûüÅ3¨B ÇÊÌÈ ¢OèO $uZø)n=yz spxÿôÜZ9$# Zps)n=tæ $uZø)n=ysù sps)n=yèø9$# ZptóôÒãB $uZø)n=ysù sptóôÒßJø9$# $VJ»sàÏã $tRöq|¡s3sù zO»sàÏèø9$# $VJøtm: ¢OèO çm»tRù't±Sr& $¸)ù=yz tyz#uä 4 x8u$t7tFsù ª!$# ß`|¡ômr& tûüÉ)Î=»sƒø:$# ÇÊÍÈ
     Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

B. MA’ANI MUFRADAT
            Kata  سللة من طين    Sulalatin oleh sementara ulama di fahami dalam arti, “ suatu saripati (berasal) dari tanah“,نطفة في قرار مكين  nuthfaatan fi qararin makin difahami air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim), Kata  علقة   diartikan segumpal darah, مضغة  diartikan segumpal daging.

C.  MUNASABAT DAN ASBAB AN-NIZUL
       Setelah Allah SWT. Dalam ayat-ayat sebelumnya menjelaskan syarat-syarat bagi orang-orang yang beruntung kelak diahirat dan dimasukan dalam surga firdaus, maka dalam ayat-ayat ini Allah SWT menjelaskan proses diciptakanya manusia secara umum.


D. PEMBAHASAN TAFSIR SURAT AL-MU’MINUN AYAT 12-14
a) Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
      Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
üÏ%©!$# z`|¡ômr& ¨@ä. >äóÓx« ¼çms)n=yz ( r&yt/ur t,ù=yz Ç`»|¡SM}$# `ÏB &ûüÏÛ ÇÐÈ

      "Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah". (QS. As Sajdah (32) : 7)
ôs)s9ur $oYø)n=yz z`»|¡SM}$# `ÏB 9@»|Áù=|¹ ô`ÏiB :*uHxq 5bqãZó¡¨B ÇËÏÈ

      "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS. Al Hijr (15) : 26)

      Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 . Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda : "Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah". (HR. Bukhari)

b) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
      Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah sati firman-Nya :
z`»ysö6ß Ï%©!$# t,n=y{ ylºurøF{$# $yg¯=à2 $£JÏB àMÎ7/Yè? ÞÚöF{$# ô`ÏBur óOÎgÅ¡àÿRr& $£JÏBur Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÌÏÈ
      "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" (QS. Yaasiin (36) : 36)
      Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :
$pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qà)®?$# ãNä3­/u Ï%©!$# /ä3s)n=s{ `ÏiB <§øÿ¯R ;oyÏnºur t,n=yzur $pk÷]ÏB $ygy_÷ry £]t/ur $uKåk÷]ÏB Zw%y`Í #ZŽÏWx. [ä!$|¡ÎSur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# Ï%©!$# tbqä9uä!$|¡s? ¾ÏmÎ/ tP%tnöF{$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# tb%x. öNä3øn=tæ $Y6ŠÏ%u ÇÊÈ

      "Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak..." (QS. An Nisaa’ (4) : 1)
      Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan : "Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam" (HR. Bukhari-Muslim)
      Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.



c) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
      Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis.
      Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya diatas, yaitu surat Al-Mu’minun ayat 13-14.
      Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda : "Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim)
      Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan "saripati berasal dari tanah" sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).
      Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum. Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan : "Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu". Selain itu beliau juga mengatakan, "Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan).
       Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote belum ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh ebelumnya Al Qur’an telah menegaskan dari nutfah, Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya."
      Sebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embriyo berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :
"...Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)..." (QS. Az Zumar (39) : 6).


Allah berfirman :
ولقد خلقنا الأنسان من سللة من طين
            Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
      Sulalatin min thin berarti saripati (berasal) dari tanah. Dalam penggalan ayat ini dapat kita lihat ungkapan yang sangat baik dipakai oleh Allah SWT., memang pada dasarnya energi yang kita dapatkan, berupa kesehatan fisik, tenaga yang kuat dan seperma yang berkualitas baik dan bagus, adalah berasal dari apa yang kita makan sehari-hari yang paling banyak tentu dari bahan-bahan yang ditanam diatas tanah dan menyerap air juga dari tanah, intinya apa yang kita konsumsi sehari-hari seperti beras, sayur-sayuran dan bahan-bahan lain yang menyehatkan dan membangkitkan gairah meningkatkan libidio seseorang adalah makann yang nabati (saripati berasal dari tanah) hal tersebut diperkuat dengan firmanya, yang menjelaskan Fase pertama penciptaan manusia, yaitu:
ثم جعلنه نطفة في قرار مكين
      Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
      Fase Kedua : Fase 'Alaqoh ( Segumpal Darah ) Allah berfirman :
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً
      " Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ( 'Alaqoh )" ( al- Mukminun :14 )
      'Alaqoh berarti juga nama dari binatang kecil yang hidup di air dan di tanah yang terkadang menempel di mulut binatang pada waktu minum di rawa-rawa (yaitu sebangsa lintah ). Bentuk janin pada fase ini sangat mirip sekali dengan binatang lintah tersebut. Bahkan kalau keduanya difoto bersamaan, niscaya manusia tidak akan bisa membedakkan bentuk dan gambar keduanya.
      Tidaklah diragukan lagi bahwa hal seperti ini tidak mungkin diketahui manusia dengan sendirinya tanpa menggunakan alat. Ini menguatkan bahwa Alqur'an bukan buatan manusia, tapi Dia berasal dari Pencipta manusia yang mengetahui yang samar dan tersembunyi. Ibnu Mandzur rahimahullah berkata : " 'Alaqoh adalah binatang kecil yang ada di air yang menghisap darah, jamaknya 'Alaq" dan berkata juga :" Binatang merah kecil, ada di air, terkadang menempel di badan dan menghisap darah" [1].
      Fairuz Abadi rahimahullah berkata :" 'Alaqoh adalah binatang kecil yang berada di air yang menghisap darah"[2]. Perkataan para Ahli tafsir terdahulu semuanya sama dan tidak keluar dari penafsiran ahli bahasa. Adapun sebagian Ahli tafsir zaman sekarang telah mengisyaratkan apa yang sesuai dengan penemuan – penemuan di zaman sekarang. Ibnu 'Asyuur , ahli tafsir masa kini berkata : "Termasuk dari Mukjizat Alqur'an tentang keilmuan adalah penamaan janin fase ini dengan nama 'Alaqoh. Itu adalah penamaan yang sangat bagus dan serasi, karena telah diteliti bahwa bagian kecil yang terbentuk dari Nuthfah (yaitu 'Alaqoh ) dia punya daya hisap yang kuat yang menghisap darah dari ibu, karena dia menempel di urat-urat yang ada di rahim ibu, dimana darah disuplai kepadanya. Dan 'Alaqoh adalah segumpal darah yang membeku "[3].

      Fase Ketiga : Fase Mudghah ( Segumpal Daging )Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً
      " Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging" ( al- Mukminun :14 )
      Mudghah adalah seukuran apa yang ditelan oleh mulut seseorang. Kalau seseorang mengambil sepotong adonan kue, kemudian ia gigit dengan mulutnya dan diletakkan di depannya dan diambil gambarnya, lalu ia mengambil gambar janin pada fase Mudghah dan diletakkan di sampingnya, pastilah dia tidak bisa membedakan antara keduanya. Bahkan bekas gigitan pada adonan persis seperti Mudghah pada janin.
      Penggambaran janin pada fase ini dengan Mudghah, dan bahwa dia mirip dengan sepotong adonan dengan sangat akurat, dan tidak mampunya manusia menggambarkan hal ini tanpa alat, ini menguatkan bahwa Alqur'an bukan buatan manusia, tapi dari Tuhan Pecipta manusia.
      Fase Keempat : Muncul dan Tumbuhnya Tulang Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا
      "Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang" ( al- Mukminun :14 )
             
      Para ahli dan spesialis dalam bidang medis telah menyimpulkan bahwa tulang itu muncul sebelum daging sebagai penutupnya. Setelah itu barulah muncul daging. Ini hanya baru diketahui oleh para ahli pada zaman sekarang, itu pun dengan bantuan alat - alat fotography.Ini menguatkan bahwa Alqur'an bukan buatan manusia, tapi datang dari Tuhan Pecipta manusia.
      Fase Kelima : Pembungkusan Tulang Dengan Daging
فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا
      "Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging"( al- Mukminun :14 )
      Allah Ta'ala menjelaskan bahwa Dia membungkus tulang dengan daging. Didahulukannya penciptaan tulang sebelum daging, itu karena daging butuh kepada tulang untuk menempel padanya. Maka tulang mesti sudah ada sebelum daging. Ini mungkin bisa jelas kalau kita lihat orang membangun rumah dengan beton dan besi. Dia mulai dengan meletakkan besi, kemudian ia tuangkan beton ke besi itu, maka tersusunlah beton itu di atas besi.
      Fase Keenam : Perubahan Janin ke Bentuk yang LainAllah Ta'ala berfirman :
ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا ءَاخَرَ
      "Kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain" ( al- Mukminun :14 )
      Di sini ada sesuatu yang unik sekali yang tidak diketahui kecuali dengan alat photograpy zaman sekarang. Para ahli dan spesialis janin menemukan dengan alat tersebut bahwa janin – janin hewan bentuknya bengkok secara terus – menerus sampai waktu kelahiran, dan bentuk seperti ini akan terus ia bawa dalam hidupnya, kecuali manusia. Karena manusia, setelah sempurna bentuknya pasca fase pembungkusan tulang dengan otot, dia akan lurus punggungnya dimana sebelumya bengkok bagaikan bulan sabit.

      Dr. Ahmad Hamid Ahmad berkata: "Bersama dengan berakhirnya pekan ketujuh, panjang Mudghah sudah mencapai 8 – 16 milimeter", Termasuk yang membedakan pada periode ini adalah : bahwa bentuk tulang berbentuk bengkok menyerupai bulan sabit, kemudian mulai berubah lurus dan tegap. Di tambah lagi ada sesuatu yang membedakan janin dengan makhluk hidup yang lain, yaitu sempurnanya bentuk tubuh pada pekan kedelapan. Dari sini jelaslah detailnya firman Allah Subhanahu Wata'ala :
ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا ءَاخَرَ
      "Kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain"
      Dan ini menguatkan bahwa Alqur'an benar-benar dari Allah Subhanahu Wata'ala. Adapun para Ulama tafsir terdahulu, tafsir mereka tentang ayat ini berbeda-beda.Ini diringkas oleh Imam al-Qurtubi rahimahullah, beliau menjelaskan:" Orang – orang berbeda pendapat tentang arti "Kholqon akhor ( makhluk yang berbentuk lain )"
Ibnu Abbas, as-Sya'bi, Abul 'Aliyah, ad-Dhahhaq dan Ibnu Zaid rahimahumullah berpendapat : "yaitu peniupan ruh kadalam janin yang sebelumnya adalah benda mati". Riwayat lain dari Ibnu Abbas radiyallahu 'anhu :"yaitu keluarnya janin kedunia". Qotadah rahimahullah berpendapat :" yaitu beda tumbuh rambutnya" Ad-Dhahhaq rahimahullah dalam riwayat lain berpendapat :" Keluarnya gigi dan tumbuhnya rambut"
Mujahid rahimahullah berpendapat :"Sempurna masa mudanya" dan ini diriwayatkan dari Ibnu Umar radiyallahu 'anhu. Tapi yang benar bahwa maksudnya adalah umum untuk ini dan itu, baik berfikir memahami, berlatih, belajar smpai dia mati"[4]


E. NILAI-NILAI SOSIAL DARI PENCIPTAAN MANUSIA

1. Manusia sebagai makluk sosial haruslah mengingat darimana asalnya agar supaya tidak terjadi komplik sosial berkepanjangan seperti dipapua dan ditempat-tempat lain.
2. Sebagai mahluk yang bahan dasarnya dari tanah, manusia tidaklah boleh mengesampingkan nilai-nilai sosial karena dia akan kembali ke tanah juga.




























BAB III KESIMPULAN
            Dari penjelasan sedikit diatas Dapat kita simpulkan beberapa hal, yaitu;
            1. Ayat 12-14 Surat Al-Mu’minun menjelaskan Penciptaan Manusia berawal dari sari pati tanah.
            2. Ada lima fase yang dijelaskan Allah dalam  PenciptaanManusia yang diuraikan pada Ayat 12-14 Surat Al-Mu’minun.
            3. Penciptaan Manusia yang dijelaskan Ayat 12-14 Surat Al-Mu’minun sangat sesuai dengan ilmu tehnologi kekinian, khususnya kedokteran. Bahkan ayat diatas telah  mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan).




























BAB IV DAFTAR PUSTAKA

Al-Qurtubi, Tafsir Al-Qurtubi,  Toha Putra Semarang.2004

Ibnu 'Asyuur, at-Tahrir wat Tanwir Bairut. Bairut,  Lebanon, 2006

Ibnu Mandzur, Lisanul 'Arab l, Bairut,  Lebanon.2007

Az-Zajjaj, Ma’ani Al-Quran Bairut, Lebanon, 2006


Fairuz Abadi, al-Qamus al-Muhith, Lebanon, 2003


[1] Oleh Ibnu Mandzur dalam Lisanul 'Arab, juz 10 hlm. 261
[2] Oleh Fairuz Abadi,  dalam al-Qamus al-Muhith, hlm.1175
[3] Oleh Ibnu 'Asyuur, at-Tahrir wat Tanwir, juz 1, hlm.282
[4] Oleh Al-Qurtubi, dalam Tafsir Al-Qurtubi, hlm 108 juz 12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar